Kades Edy Candra, Nasib Kota Kapur Masih Perlu Diperjuangkan

Bagikan

TopBabel.com-Kota Kapur yang terletak di pesisir Selatan Bangka, Kabupaten Bangka, salah satu situs arkeologi terpenting di Bangka Belitung, bahkan Indonesia yang menyimpan rekam jejak peradapan Nusantara abad ke-17 Masehi.

Situs ini menjadi bukti otentik perluasan pengaruh dan kekuasaan kerajaan Sriwijaya, yang dibuktikan dengan penemuan Prasasti Kota Kapur (686 M). Prasasti tersebut memiliki nilai histori tinggi, karena menjadi salah satu rujukan utama para sejarawan dalam memetakan linimasi kekuasaan Sriwijaya di jalur maritim perdagangan dunia.

Kepala desa Kota Kapur Edy Candra, Kamis (5/11/2026) kepada wartawan ( Peserta lokakarya Jurnalisme Lingkungan), menyampaikan
Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka memiliki beragam potensi unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem, diantaranya
Wisata Sejarah dan Budaya, Situs Sejarah Sriwijaya, terdapat Situs Benteng Kota Kapur yang merupakan bukti arkeologis penting Kerajaan Sriwijaya (sekitar abad ke-6 hingga ke-7), meliputi struktur benteng, dermaga kuno, sungai buatan, hingga temuan candi, yang sedang didorong menjadi cagar budaya nasional dan destinasi wisata sejarah, pariwisata Bahari dan Alam, pulau Medang & Wisata Pesisir Memiliki daya tarik pulau-pulau kecil dengan pantai berpasir putih yang indah, cocok untuk aktivitas rekreasi, camping, dan wisata keluarga, ujarnya.

Selanjutnya Kades Kota Kapur Edy menambahkan ada lagi potensi yang tidak kalah menarik, yaitu Ekowisata Mangrove, dimana kawasan mangrove yang dijaga masyarakat dan dikelola oleh kelompok lokal seperti HKM Wanamena menyimpan potensi konservasi sekaligus wisata edukasi.

Perikanan dan Hasil Laut, seperti Budidaya Kepiting Bakau, yang dikembangkan selaras dengan pelestarian hutan mangrove oleh masyarakat setempat.

Pengolahan Hasil Laut, Potensi perikanan beragam, termasuk udang rebon yang dapat diolah menjadi produk bernilai jual seperti terasi.

Bacaan Lainnya

Kemudian di bidang Pertanian dan Perkebunan, dimana
Tanaman Pangan & Hortikultura: Memiliki sekitar 143 hektare lahan sawah yang terus dikembangkan, serta perkebunan lada (salah satu komoditas khas Bangka) dan durian lokal unggulan.

Lidi Nipah, yang menjadi komoditas kerajinan dan sumber mata pencaharian warga, pungkasnya.

Pos terkait