Tolak Direlokasi ke Lantai Dua Pasar Pagi, Ratusan Pedagang Ancam Demo ke Kantor Wali Kota dan DPRD

Bagikan

TopBabel.com-Rencana penataan kawasan pasar tradisional pasar pagi, yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang menuai gelombang penolakan dari para pedagang. Ratusan pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang emperan yang sehari-hari berjualan di area pelataran parkir serta pinggir jalan luar Pasar Pagi Kota Pangkalpinang akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menuju Kantor Wali Kota dan Gedung DPRD Kota Pangkalpinang dalam besok pagi, Senin (9/11/2026) hal ini seperti yang disampaikan koordinator pedagang pasar pagi ilham kepada TopBabel com, Minggu (8/11/2026).

Dijelaskan Ilham, aksi protes ini dipicu oleh kebijakan Pemkot Pangkalpinang yang menargetkan pemindahan seluruh pedagang luar ke dalam gedung pasar mulai November 2026.

Berdasarkan skema penataan, sekitar ratusan pedagang yang terdampak akan dibagi ke dalam dua klaster komoditas: pedagang barang basah ditempatkan di lantai bawah, sementara pedagang barang kering dipaksa pindah ke lantai dua atau lantai atas bangunan.

Para pedagang pasar pagi mengaku keberatan dengan opsi pemindahan ke lantai dua karena khawatir akan mematikan mata pencaharian mereka secara drastis.

Berdasarkan aspirasi di lapangan, area lantai atas dinilai sepi dan jarang dijangkau oleh pembeli yang enggan menaiki tangga. Pedagang khawatir omzet pendapatan mereka akan turun tajam dibanding saat bertahan berjualan di area pelataran luar.

Pedagang terasi Ase menyampaikan bahwa berdagang diatas itu sepi, ibu-ibu yang belanja tidak mau belanja keatas.

Sementara pedagang Iwan menyampaikan hal yang sama bahwa kalau di lantai atas sepi pbeli, dagangan kering mereka hanya ikan asin, bumbu-bumbu kering, hanya ibu-ibu yang membelinya. Jadi kalau ibu-ibu mau naik keatas sekedar beli ikan asin, sepertinya malas naik keatas, ditambah ibu-ibu yang belanja sudah lanjut usia, maka ibu-ibu akan sulit naik ke atas, jelasnya.

Intinya, Saya menolak kalau di pindahkan keatas lagi, diakui pedagang Iwan kali ini menolak di pindahkan ke atas, Saya sudah pernah jual ke atas bu, toko sepi pembeli, kemudian kalau mau angkat barang-barang ke atas ribet, ujarnya. Hal yang sama disampiakan pedagang, bahwa mereka keberatan kalau di minta pundak ke atas maupun kedalam. (desfi)

Pos terkait