TopBabel.com-Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Johan Vigario menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun Sidang II 2026 di Kafe JABAR, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (16/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah Kecamatan Kelapa dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Johan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur seperti jalan lintas provinsi, normalisasi sungai, hingga penerangan jalan umum (PJU) di Desa Semut.
“Untuk penerangan jalan umum di Desa Semut saat ini sudah masuk tahap lelang melalui Dinas Perhubungan Provinsi Babel. Mudah-mudahan segera terealisasi,” ujarnya.
Salah satu warga, Yanto, berharap pemasangan lampu penerangan jalan dapat segera dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
Sementara itu, warga lainnya, Indrawati, menyampaikan usulan pelebaran jalan di depan SMA Mari Ayu, Kecamatan Kelapa. Menanggapi hal tersebut, Johan menjelaskan bahwa usulan tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran pada dinas terkait sehingga belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Selain persoalan jalan dan penerangan, masyarakat juga meminta perhatian terhadap pembangunan jalan lingkar Hutan Larang Kelapa serta kelanjutan program percetakan sawah tahap I guna mendukung sektor pertanian masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Johan memastikan dirinya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dinas terkait agar kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan secara bertahap.
“Seluruh aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Karena kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian bersama demi kemajuan daerah,” katanya.
Tak hanya itu, warga juga berharap adanya bantuan dan perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM di Bangka Barat agar usaha masyarakat dapat terus berkembang.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan kepada wakil rakyat tingkat provinsi.(*)


