TopBabel.com – Tim Kebun Raya Tua Tunu bersama Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Shanty Agustina, SH, mendampingi peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam kegiatan pengambilan sampel tanaman langka Garcinia klabang Miq. atau yang dikenal sebagai Manggis Klabang.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Kebun Raya Tua Tunu, Kota Pangkalpinang, sebagai bagian dari upaya penelitian terhadap spesies endemik Pulau Bangka yang berstatus kritis.
Tim peneliti yang terlibat terdiri dari Lina Herliana, S.Si., M.Biotech., Ph.D dari Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN, Alkindi, A.Md., SP dari Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset dan Kawasan Sains dan Teknologi BRIN, serta Robika, S.Si., M.Si. dan Tirma Papingka dari Departemen Biologi Universitas Bangka Belitung.
Penelitian ini mengusung judul “Profiling Multi-Omik Terintegrasi pada Garcinia klabang, Spesies Endemik Berstatus Kritis dari Pulau Bangka untuk Identifikasi Penanda Genetik dan Metabolik bagi Pemanfaatan Biodiversitas”. Fokus utama penelitian adalah mengungkap data genomik, transkriptomik, dan metabolik dari Garcinia klabang dengan membandingkannya terhadap Garcinia mangostana atau manggis umum.
Pengambilan sampel dilakukan secara terbatas, selektif, dan non-destruktif guna menjaga kelestarian tanaman koleksi kebun raya. Sampel utama yang diambil berupa jaringan daun muda dalam jumlah kecil untuk keperluan analisis biomolekuler.
Selain itu, pengambilan bagian lain seperti pucuk vegetatif, bunga, maupun buah dilakukan secara sangat selektif dan dalam jumlah terbatas, hanya untuk mendukung kebutuhan penelitian serta upaya perbanyakan tanaman.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang genetika dan biodiversitas, sekaligus mendukung konservasi sumber daya genetik lokal dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan di Pulau Bangka.(*)


