Oleh: Gio Saputra
Koordinator Kajian Strategis dan Aksi DEMA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit hingga lebih dari Rp500/kg tentu menjadi persoalan serius yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung. Namun langkah Gubernur yang ingin memanggil Apkasindo patut dipertanyakan, karena secara substansi yang memiliki kewenangan dan kontrol terhadap harga pembelian sawit adalah perusahaan sawit, bukan organisasi petani.
Apkasindo hanyalah wadah atau asosiasi yang menaungi para petani sawit. Mereka bukan pelaku usaha yang menentukan harga, bukan pembeli TBS, dan bukan pihak yang mengatur rantai distribusi maupun mekanisme pabrik. Karena itu, memanggil Apkasindo seolah-olah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas anjloknya harga sawit adalah langkah yang keliru dan tidak menyentuh akar persoalan.
Yang seharusnya dipanggil dan dimintai penjelasan adalah perusahaan-perusahaan sawit yang membeli TBS petani. Sebab perusahaanlah yang memiliki kendali terhadap standar pembelian, potongan kualitas, hingga penetapan harga di lapangan. Jika harga sawit jatuh drastis, publik berhak mengetahui apa penyebabnya: apakah karena permainan pasar, kebijakan internal perusahaan, penurunan permintaan, atau faktor lain yang selama ini tidak transparan kepada petani.
Petani hari ini berada di posisi paling lemah. Mereka hanya menjual hasil panen untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ketika harga turun, petani menjadi korban pertama yang menanggung dampaknya. Sangat tidak adil jika organisasi petani justru dijadikan fokus utama, sementara perusahaan sebagai pelaku inti dalam tata niaga sawit tidak dipanggil secara terbuka.
Pemerintah daerah harus menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada rakyat, khususnya petani kecil. Penyelesaian masalah sawit tidak boleh hanya bersifat simbolis atau formalitas semata. Jika pemerintah benar-benar ingin mencari solusi, maka perusahaan sawit harus duduk bersama pemerintah, petani, dan masyarakat untuk membuka data pembelian serta menjelaskan penyebab anjloknya harga TBS Tegas Gio saputra
Jangan sampai langkah pemanggilan Apkasindo justru menimbulkan kesan bahwa petani dijadikan objek kesalahan, padahal mereka adalah pihak yang paling dirugikan dalam kondisi ini. Pemerintah harus tepat sasaran dalam mengambil kebijakan dan keberanian untuk menegur perusahaan sawit jauh lebih penting daripada sekadar memanggil organisasi petani.

