Yusril Mahendra Hadiri Wisuda XXXVII Program Sarjana dan Magister Universitas Bangka Belitung

Bagikan

TopBabel.com-Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Prof.Dr.Yusril Mahendra, S.H., M. Soc. SC.,Ph.D. hadiri Wisuda XXXVII Program Sarjana dan Magister Universitas Bangka Belitung, Rabu (29/7/2026).

Prof.Dr.Yusril Mahendra S.H., M. Soc. SC.,Ph.D. mengatakan bahwa Generasi Muda dan Formulasi Talenta Produktif ; Merancang Jalan Berkarya Untuk Membangun Negeri, hal ini disampaikan pada orasi ilmiah dalam rangka Wisuda XXXVII Program Diploma, Sarjana dan Magister Universitas Bangka Belitung Tahun 2026.

Selanjutnya Yusril Ihza Mahendra mengatakan, “Hari ini adalah hari yang membahagiakan, tetapi juga hari yang sarat tanggung jawab bagi para wisudawan hari ini menandai selesainya satu tahap pendidikan.

Bagi orangtua, hari ini adalah buah dari doa yang panjang, pengorbanan yang sering kali tidak diceritakan, dan kesabaran yang tidak selalu terlihat.Bagi Universitas, hari ini adalah saat menyerahkan putra-putri terbaiknya kepada masyarakat bangsa dan negara.

Dikatakan Yusril Ihza Mahendra Bangka Belitung dipisahkan oleh laut tetapi dipertemukan oleh sejarah kebudayaan melayu, semangat bekerja keras dan keyakinan bahwa keterbatasan tempat tidak boleh membatasi keluasan cita-cita, ujarnya.

Dijelaskan Yusril Ihza Mahendra, Wisuda adalah berakhirnya hak untuk selalu dimaklumi sebagai mahasiswa dan dimulainya kewajiban untuk menjawab persoalan nyata sebagai seorang sarjana.

Bacaan Lainnya

Ijazah bukan bukti bahwa masyarakat berhutang pekerjaan kepada saudara.Ijazah adalah bukti bahwa saudara telah menerima investasi pengetahuan dan karena itu mempunyai utang pengabdian kepada masyarakat.

Gelar akademik bukan sekedar tambahan di belakang nama, gelar adalah pernyataan publik bahwa pemiliknya telah dilatih untuk berpikir lebih tertib, membedakan dari prasangka, memisahkan argumentasi dari kegaduhan, dan mencari jalan keluar ketika orang lain hanya mampu mengeluhkan keadaan.

Seorang sarjana tidak selalu harus mengetahui semua jawaban, namun seorang sarjana harus mengetahui bagaimana merumuskan pertanyaan yang benar, dan bagaimana mencari bukti, bagaimana menguji suatu pendapat, dan bagaimana mempertanggungjawabkan keputusan.Di situlah letak martabat pendidikan tinggi.

Pendidikan tinggi bukan pabrik gelar. Pendidikan tinggi adalah tempat membentuk manusia yang sanggup menggunakan kebebasan berpikir sekaligus memikul tanggung jawab moral.

Kita hidup pada masa yang penuh paradoks. Dimana generasi muda memiliki akses terhadap informasi yang jauh lebih luas dari pada generasi sebelumnya, tetapi pada saat yang sama menghadapi ketidakpastian yang lebih besar.

Pengetahuan berubah cepat jenis pekerjaan lahir dan hilang.Kecerdasan buatan dapat membantu menulis, menghitung, menterjemahkan merancang, dan menganalisis.
Akan tetapi
teknologi tidak dapat menggantikan tanggung jawab moral manusia.

Mesin dapat menawarkan pilihan tetapi manusialah yang harus menjawab Apakah pilihan itu adil, bermanfaat bermanfaat dan patut dijalankan.

Dalam situasi seperti itu, kita tidak hanya membutuhkan orang yang mampu bekerja, tetapi juga orang yang memahami tujuan dari pekerjaannya.

Bangsa kita tidak hanya membutuhkan tenaga terampil kita membutuhkan manusia terdidik yang dapat menghubungkan keterampilan dengan kepentingan umum.

para lulusan Universitas Bangka Belitung mempunyai tanggung jawab strategis.
Tantangan daerah kepulauan tidak boleh dilihat sebagai kekurangan.Namun merupakan ruang lahirnya pengetahuan yang khas.

Bagaimana mengelola pertambangan secara berkelanjutan, memulihkan lahan, dan membangun ekonomi setelah tambang ?

Bagaimana mengembangkan perikanan logistik antar pulau konservasi pesisir dan pariwisata tanpa merusak ekosistem?.

Bagaimana menaikkan nilai tambah pada hasil laut pangan lokal dan kerajinan?.

Bagaimana teknologi digital memperpendek jarak antara produsen di desa dengan pasar nasional di dunia?

Bagaimana hukum dan tata kelola memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menghasilkan angka pertumbuhan tetapi juga keadilan?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak dapat dijawab oleh satu fakultas. Dimana ahli teknik harus duduk bersama ahli lingkungan. Ahli ekonomi harus berbicara dengan pelaku usaha kecil. Ahli hukum harus mendengar masyarakat desa. Ilmuwan data harus memahami konteks sosial, sementara seniman dan ahli komunikasi harus membantu daerah membangun cerita yang jujur dan menarik tentang dirinya.

inilah produktivitas Dalam pengertian yang lebih tinggi, yakni kemampuan mengubah pengetahuan menjadi nilai ekonomi nilai sosial nilai budaya dan nilai ekologis.

Kita harus menghindari 2 kesalahan-kesalahan pertama adalah romantisme lokal, yaitu merasa cukup bangga pada identitas tanpa meningkatkan mutu.
Kesalahan kedua adalah keterasingan modern, yaitu mengejar kemajuan dengan meninggalkan akar budaya, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Jalan yang benar adalah menjadikan lokalitas sebagai sumber keunggulan dan ilmu pengetahuan sebagai alat mengolahnya.

Universitas Bangka Belitung harus menjadi pusat yang menemukan talenta, mempertemukannya dengan persoalan daerah, lalu membantunya Menghasilkan solusi.

Kampus perlu membangun ekosistem yang menghubungkan pembelajaran dengan persoalan nyata.Setiap mahasiswa sebaiknya mempunyai pengalaman menyelesaikan persoalan di desa, sekolah, usaha kecil, kawasan pesisir, lembaga pemerintahan atau komunitas.

Hasil pendidikan tidak cukup diukur dari beberapa mata kuliah yang diselesaikan, tetapi juga dari beberapa masalah yang berhasil dipahami dengan baik dan berapa solusi yang pernah diuji.

Universitas Bangka Belitung juga perlu menjadi rumah perjumpaan antara dosen, alumni, pemerintah, dunia usaha komunitas dan generasi muda.

Yusril Ihza Mahendra
berpesan jangan menghadapi teknologi dengan ketakutan, tetapi jangan pula menyerahkan seluruh penilaian kepada teknologi, gunakan kecerdasan buatan untuk mempercepat pencarian, pengolahan data, simulasi, dan pekerjaan rutin.

Namun jagalah tiga hal yang tidak boleh dilegalisasikan ke begitu saja, yaitu penilaian moral, tanggungjawab atas keputusan, dan pemahaman terhadap manusia yang akan terkena dampak keputusan itu.

Di masa depan keunggulan tidak hanya dimiliki oleh orang yang mengetahui banyak hal. Informasi kini jauh lebih mudah diperoleh. Keunggulan yang dimiliki oleh mereka yang mampu mengajukan pertanyaan yang tajam, menghubungkan pengetahuan dari berbagai bidang, memeriksa kebenaran informasi, dan mengambil keputusan dengan bijaksana.

Oleh karena itu jangan berlomba menjadi manusia yang bekerja seperti mesin. kembangkanlah hal-hal yang membuat manusia tidak mudah digantikan yakni inovasi imajinasi keberanian moral, kemampuan membangun kepercayaan dan kebijaksanaan memahami konteks teknologi juga mengubah pengertian tentang jarak dengan kompetensi dan
konektivitas yang memadai, seorang lulusan Universitas Bangka Belitung dapat bekerja untuk lembaga di Jakarta Singapura Tokyo atau Eropa, tanpa harus meninggalkan Bangka-Belitung secara permanen.

Seorang pengusaha muda dapat membuat produk Desa ke pasar sejauh.Seorang peneliti dapat bekerja dalam jaringan internasional, akan tetapi Kesempatan itu hanya terbuka bagi mereka yang mempunyai mutu, disiplin, kemampuan komunikasi, literasi digital, dan reputasi yang dapat dipercaya.

Yusril Ihza Mahendra mengingatkan bahwa kita (Mahasiswa) jangan hanya menjadi penguna teknologi.
Usahakan menjadi pencipta nilai dengan teknologi.Jangan hanya menggunakan aplikasi untuk hiburan, gunakan untuk belajar, membangun jejaring, memasarkan karya, memecahkan masalah, dan menciptakan pekerjaan.

Dalam tradisi keilmuan dan keagamaan kita, ilmu adalah amanah. Ilmu tidak meninggikan manusia karena banyaknya istilah yang dikuasai tetapi karena kemanfaatan dan keadilan yang dihadirkan.

Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar kewajibannya untuk melindungi yang lemah,
menjernihkan yang kusut, dan mencegah kekuasaan berjalan tanpa batas.

Generasi muda Bangka Belitung harus berani mempunyai dua akar sekaligus, yakni akar lokal yang kuat dan jaringan Global yang luas.

Akar membuat saudara tidak mudah Kehilangan arah. Jaringan memberi saudara ruang untuk tumbuh.Pohon yang hanya mempunyai akar tanpa cabang, tidak berkembang. Pohon yang mempunyai cabang luas tanpa akar, akan roboh ketika badai datang.

Kepada para orang tua, saya menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya.Di balik setiap wisudawan, hampir selalu ada cerita tentang orang tua yang menunda kebutuhan, menahan kekhawatiran dan terus mendoakan anaknya.

Hari ini adalah milik Bapak dan Ibu juga. Namun setelah wisuda izinkan anak-anak ini tumbuh dengan jalannya. Berikan nasihat, tetapi juga ruang. Jangan ukur keberhasilan mereka hanya dari jabatan, pendapatan atau a seberapa cepat mereka menikah dan mempunyai rumah. Ukur juga dari kejujuran kemandirian, manfaat, dan keteguhan mereka menghadapi kesulitan.

Harapan Yusril Ihza Mahendra, ketika bertanya apa yang dilakukan oleh para wisudawan XXXVII Universitas Bangka Belitung, semoga jawabannya bukan sekedar bahwa saudara memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang baik.

Semoga sejarah mencatat bahwa saudara mengubah ilmu menjadi karya, karya menjadi manfaat, manfaat menjadi keadilan, dan keadilan menjadi kemajuan bersama.

“Saya mengucap selamat kepada para orang tua dan keluarga. Terus belajar, berkerjalah dengan sunguh-sungguh, jaga integritas, dan jangan pernah kehilangan keperdulian kepada sesama. Dari Bumi Serumpun Sebalai, mari kita bangun Indonesia yang berpengetahuan produktif,adil, dan bermartabat.(*)

Sejam 5 Jimin nggak kebanyakan tahun ini semua ya beda betul itu Kak kita harus kreatif ini baca-baca semua itu bisa mengedukasi kamu. ya

Pos terkait