Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026

Bagikan

TopBabel.com-Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna mewakili Wali Kota Pangkalpinang, menghadiri rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Rabu (15/7/2026) bertempat di ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam rapat koordinasi pengendalian Inflasi daerah dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani didampingi pejabat (Pj) Sekretaris daerah (Sekda) Bangka Belitung Fery Afriyanto, Deputi kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Bangka Belitung Rifki Ismail, Bupati, perwakilan Bupati se-Bangka Belitung dan tamu undangan lainnya.

Melalui rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna mewakili Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin melaporkan dan menyampaikan bahwa Kota Pangkalpinang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang menjadi pusat bisnis,
secara demografis dihuni oleh masyarakat yang heterogen. Dan masyarakatnya terdiri dari masyarakat daerah pendatang, dengan komunitas beragam,
keberagaman ini tercipta dari perpaduan suku asli Melayu dengan berbagai etnis pendatang, jelasnya.

Kemudian Dessy menyampaikan untuk mencapai keberhasilan pembangunan di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu Pangkalpinang, Wali Kota Pangkalpinang memiliki visi dan misi.

Visi Kota Pangkalpinang SMART (Seimbang, Mapan, Amanah, Rukun dan Tangguh), yang dituangkan dalam
misi strategis, yaitu, mewujudkan pembangunan yang seimbang dan berkeadilan melalui pemenuhan layanan dasar serta infrastruktur publik yang merata.

Mendorong kemandirian dan kemapanan ekonomi masyarakat yang kreatif dan berdaya saing.

Bacaan Lainnya

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah, melayani, efektif, efisien, dan bersih.

Memperkuat kerukunan sosial dan budaya dalam bingkai masyarakat yang inklusif.

Menciptakan ketangguhan lingkungan dan perkotaan melalui perencanaan tata ruang yang berkualitas serta pengendalian bencana.

Dessypun menyampaikan, bahwa pemerintah kota Pangkalpinang untuk menekan inflasi, pemerintah Kota Pangkalpinang sudah melaksanakan SK Wali Kota Pangkalpinang, terkait dengan pengendalian inflasi melalui strategis 4 K, yaitu menjaga keterjangkauan harga, memastikan kesediaan pasokan bahan pokok, menjalin kelancaran distribusi, dan melakukan komunikasi yang efektif.

Selanjutnya Dessy menjelaskan data inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,28% dan inflasi Month to Month (m-to-m) sebesar 0,30% merujuk pada rilis resmi BPS Kota Pangkalpinang untuk periode Juni 2026.

Inflasi tahunan tersebut meningkat dari posisi bulan Mei 2026 yang tercatat sebesar 1,99%.Berikut adalah ringkasan data Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Pangkalpinang pada Juni 2026:Inflasi Tahunan (y-on-y): 2,28% (dengan IHK naik menjadi 108,32).Inflasi Bulanan (m-to-m): 0,30%.Inflasi Tahun Kalender (y-to-d): 0,73%.Pendorong Utama Inflasi secara tahunan (y-on-y), inflasi didorong oleh kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi serta komoditas bahan makanan.

Secara bulanan (m-to-m), komoditas seperti angkutan udara dan beberapa komoditas pangan memberikan andil terbesar terhadap kenaikan inflasi.

Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan pemantauan dan analis melancar pergerakan harga komunitas pokok secara harian dan mengidentifikasi lonjakan kenaikan inflasi di daerah kota Pangkalpinang,

Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mengatasi inflasi sudah melakukan keterjangkauan harga, penyelenggaraan pangan murah, pasar murah dan subsidi transportasi untuk menekan biaya distribusi kepasar.

Mengenai kesediaan pasokan, kami pemerintah kota Pangkalpinang memperkuat lumbung pangan masyarakat dengan menyediakan data koneksi neraca pangan serta memfasilitasi kerjasama perdagangan antar daerah, kelancaran distribusi kami koordinasi dengan distributor dan aparat untuk mencegah penimbunan, serta memastikan kelancaran jalur logistik menjelang hari besar keagamaan nasional seperti Natal dan tahun baru, serta kami lakukan komunikasi efektif yaitu mengadakan rapat koordinasi antar instansi, merilis secara lintas terkait inflasi secara berkala.

Kota Pangkalpinang memiliki dasbor untuk memantau harga bahan pokok ke depan, dan itu cukup efektif, kami memantau harga barang-barang selama beberapa bulan
kedepan, besar harapan kami kami. intinya kami siap berkoordinasi dan berkaborasi dengan pemerintah Provinsi, untuk kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung, khususnya masyarakat kota Pangkalpinang, ungkapnya. (*)

Pos terkait