*Ini Kata Yan Rizana
TopBabel.com-Pangkalpinang memiliki agenda wisata besar yang layak dikunjungi oleh seluruh masyarakat Kepulauan Bangka Belitung, yaitu Festival Pasir Padi yang akan diselenggarakan pada tanggal 19-21 Juni 2026, hal ini seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana kepada wartawan, Jum’at (5/6/2026) usai menghadiri rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan Festival Pasir Padi di kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana menjelaskan agenda Festival Pasir Padi berkembang dan berskala nasional bahkan Internasional, yang tentunya membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk media massa, untuk membantu mempromosikan kegiatan tersebut kepada masyarakat luas
Disampaikan Yan bahwa Pangkalpinang memiliki agenda wisata besar yang layak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh penjuru, khususnya wisatawan lokal, oleh seluruh masyarakat kepulauan Bangka Belitung.
Dalam pelaksanaannya nanti, Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan sekitar 3.000 pengunjung hadir selama tiga hari penyelenggaraan festival. Kehadiran ribuan wisatawan tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang membuka stan di kawasan Pantai Pasir Padi.
Target kami kurang lebih sekitar 3.000 pengunjung. Selama tiga hari pelaksanaan, kami berharap terjadi perputaran ekonomi yang baik bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam Festival Pasir Padi.
Kemudian untuk memeriahkan pelaksanaan Festival Pasir Padi, diadakan berbagai perlombaan dan hiburan budaya. Dimana Festival Pasir Padi Ke-7 akan menampilkan sejumlah atraksi khas yang menjadi daya tarik utama. Salah satunya adalah Peh Cun, ritual budaya masyarakat Tionghoa yang dikenal sebagai tradisi Buang Belat atau Mandi Peng-shui.
Peh Cun menjadi kegiatan utama yang akan kami promosikan hingga tingkat nasional. Sementara berbagai perlombaan dan atraksi lainnya menjadi kegiatan pendukung yang akan memeriahkan festival selama tiga hari penuh dari pagi hingga malam.
Perlombaan yang di adakan diantaranya lomba layang sempret, Festival Barongsai, mendirikan telur, Festival Bacang, hiburan Band malam, lomb adangdut, bazar, permainan anak dan sebagainya.
Yan Rizana menyampaikan
Terkait agenda penyusunan telur yang selama ini menjadi salah satu ikon festival, untuk tahun ini akan mengusung konsep yang berbeda, dimana fokus utama bukan lagi pada jumlah telur yang didirikan, , melainkan pada kualitas dan keunikan formasi yang ditampilkan.
Terkait hal ini, kami akan koordinasikan lagi konsepnya. Tahun ini kami tidak semata-mata mengejar jumlah telur, tetapi lebih kepada bagaimana menghadirkan formasi terbaik yang menarik perhatian pengunjung, jelasnya.
Sementara itu, mengenai kemungkinan pencatatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), Yan menyebut hal tersebut masih dalam tahap pembahasan dan kajian lebih lanjut.
“Untuk rekor MURI masih kami kaji pola dan konsepnya seperti apa yang paling tepat untuk ditampilkan tahun ini,” ujarnya.
Sedangkan untuk festival lampion, Yan memastikan pelaksanaannya masih ditangguhkan karena membutuhkan proses perizinan lebih lanjut. Sebagai gantinya, festival layang-layang dipastikan tetap menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Festival Pasir Padi Ke-7.
“Lampion untuk sementara kami hold dulu karena masih harus mengurus berbagai perizinan, dan kajian, Terkait ada beberapa hal yang akan menjadi perhatian khusus kalau diselenggarakan, ungkapnya.(*)

