TopBabel.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Bangka Belitung prihatin dengan kondisi pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Bangka Belitung setiap tahunnya meningkat. Hal ini seperti yang disampaikan ketua komisi IV DPRD Bangka Belitung Heryawandi, Rabu (22/4/2026).
Dengan persoalan ini, kita saling koordinasi menguatkan peran masing-masing untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di wilayah Bangka Belitung dan setiap tahunnya terjadi peningkatan kasus.
Pada tahun 2024 angka kasus masih di bawah 300. Namun, di tahun 2025 meningkat menjadi lebih dari 300 kasus. Hal yang mengejutkan pada triwulan pertama tahun 2026, peningkatannya sudah mencapai 30 persen dibanding tahun sebelumnya.Hal inilah yang memprihatinkan kita.
Heryawandi menegaskan dengan adanya kenaikan kasus ini, kita harus koordinasi terus menerus untuk mencarikan solusi untuk menangani permasalahan yang terjadi.
Kita akan terus lakukan koordinasi secara maraton dengan pihak terkait, mengenai bagaimana mestinya penanganan dilakukan, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar yang akan kita kaitkan dengan nilai kehidupan lokal, ujarnya.
Heryawandi juga memastikan bahwa DPRD telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2025 dan 2026 untuk mendukung program perlindungan anak. Ke depan, pihaknya berencana memperluas koordinasi dengan melibatkan aparat penegak hukum, seperti kejaksaan dan pengadilan, guna menyamakan persepsi dalam penanganan perkara-perkara yang terjadi.(*)


