Wali Kota Pangkalpinang Belum Bisa Menegakkan Telur Ayam di Peh Cun 2026

Bagikan

TopBabel.com-Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin belum bisa menegakkan telur ayam di festival Pasir Padi ke-7, tradisi perayaan Peh Cun, Jumat (19/6/2026) bertempat di Pasir Padi.

Sementara istri Wali Kota Pangkalpinang ibu Susanti yang hadir mendampingi Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin berhasil menegakkan 2 butir telur ayam.

Terlihat Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin dan Ibu Susanti bergembira mengikuti kegiatan menegakkan telur di Festival Pasir Padi ke -7 Peh Cun 2026.

Selanjutnya Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin bersama ibu Susanti melihat-lihat kegiatan peserta festival menegakkan telur, yang disesuaikan dengan pola masing-masing peserta dan berfoto bersama para peserta festival, walaupun cuaca panas tetap semangat mengikuti festival menegakkan telur di Festival Pasir Padi /Peh Cun ke-7 2026.

Sementara salah satu juri festival menegakkan telur Ratna Purnamasari (bunda tudung saji) mengatakan sistem penilai dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari tiga orang. “Penilaian dilakukan juri diantaranya jumlah telur yang ditegakkan sesuai dengan pola yang dimiliki peserta, kecepatan waktu, kestabilan telur agar berdiri tegak dalam kurun waktu tertentu, kemudian dilihat dari kebutuhan telur (telur tidak pecah) dan sebagainya.

Selanjutnya Ratna menjelaskan penilaian juri akan diputus berdasarkan rapat bersama, dan rencananya akan diumumkan pada hari kedua Festival Pasir Padi ke-7.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan di lapangan terlihat para peserta Festival menegakkan telur dengan penuh semangat dan kegembiraan, telur-telur di tegakkan sesuai dengan kreasi/pola yang dimiliki para peserta.

Terlihat juga para peserta menegakkan telur diantaranya dengan pola bergambar Pohon beringin, ikan, tudung saji, jangkar kapal, segitiga, kupu-kupu, bentuk Love, bintang dan sebagainya.

Selain perlombaan Festival menengakkan telur, dihari pertama Festival Pasir Padi di buka, dilaksanakan juga perlombaan Barongsai, perlombaan layangan. Sementara untuk perlombaan Barongsai yang diikuti sebelas klub baru ditampilkan 7 klub dan akan dilanjutkan pada hari kedua dengan penampilan 4 klub Barongsai, selanjutnya kegiatan hari kedua yaitu pembagian hadiah dari perlombaan menegakkan telur dan Barongsai.

Tradisi mendirikan telur saat Peh Cun diyakini hanya bisa dilakukan setahun sekali, pada pukul 11.00 hingga 13.00 waktu setempat.Momen ini terjadi karena posisi matahari dan gravitasi bumi sehingga telur ayam lebih mudah ditegakkan. (*)

Pos terkait