Wali Kota Sambut Hangat Kajari Baru, Perkuat Sinergi Bangun Pangkalpinang

Bagikan

TopBabel.com – Wali Kota Pangkalpinang, Prof Dr H Saparudin, menyambut hangat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalpinang yang baru dalam acara malam ramah tamah yang digelar di rumah dinas wali kota, Senin malam (27/4/2026).

Dalam sambutannya, Saparudin menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kajari yang baru, sekaligus berharap kehadiran pimpinan baru di Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dapat semakin memperkuat sinergi antar unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Pangkalpinang, kami menyambut dengan tangan terbuka kehadiran Bapak Kajari. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus membangun kota ini bersama-sama,” ujarnya.

Saparudin menekankan pentingnya hubungan harmonis antar pimpinan daerah. Ia menyebut, selama ini Forkopimda di Pangkalpinang telah terjalin dengan baik dan penuh keakraban, bahkan sering berkumpul dalam suasana santai untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi.

Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan istrinya, Susanti, yang menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang. Ia berharap, ke depan akan terjalin sinergi antara organisasi istri pimpinan daerah dalam mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Lebih lanjut, Saparudin memaparkan gambaran umum Kota Pangkalpinang sebagai kota jasa dan perdagangan dengan jumlah penduduk sekitar 244 ribu jiwa yang tersebar di 7 kecamatan dan 42 kelurahan. Ia menyebut, aktivitas ekonomi masyarakat cukup dinamis, bahkan hingga malam hari.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, kondisi keamanan di Pangkalpinang relatif kondusif. Ini berkat sinergi yang baik antara pemerintah, kepolisian, dan TNI, sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan aman,” katanya.

Meski demikian, Saparudin tidak menampik masih adanya sejumlah tantangan pembangunan, di antaranya tingkat pengangguran yang masih berada di angka 5,72 persen, sedikit di atas rata-rata nasional. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pangkalpinang telah mencapai angka di atas 80, yang menunjukkan capaian baik di sektor pendidikan dan kesehatan.

Ia juga mengungkapkan sejumlah capaian kinerja pemerintah daerah, seperti masuk dalam kategori kinerja tinggi secara nasional, peringkat 23 kota se-Indonesia, serta penilaian terbaik Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK di wilayah Bangka Belitung.

Namun, persoalan aset daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pemerintah kota menargetkan sertifikasi sekitar 700 aset pada tahun ini dan 800 aset pada tahun mendatang.

Selain itu, Saparudin menyoroti persoalan inflasi yang dipengaruhi tingginya ketergantungan pasokan bahan pokok dari luar daerah. Ia menjelaskan, sekitar 85 persen kebutuhan pangan Kota Pangkalpinang masih didatangkan dari luar, seperti dari Jawa, Sumatera Selatan, hingga Bengkulu.

“Permasalahan kita salah satunya di transportasi. Proses bongkar muat di Pelabuhan Pangkalbalam bisa memakan waktu hingga 8 sampai 10 hari. Ini berdampak pada kenaikan harga barang dan memicu inflasi,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama pemerintah provinsi berencana melakukan pengembangan pelabuhan guna memperlancar arus distribusi barang.

Di akhir sambutannya, Saparudin berharap Kajari yang baru dapat memberikan arahan dan pendampingan hukum bagi pemerintah daerah agar seluruh program pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Harapan kami, sinergi ini terus terjalin. Kami juga sangat terbuka terhadap masukan dari Bapak Kajari dan Forkopimda lainnya demi kemajuan Pangkalpinang ke depan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait