Wali Kota Saparudin Ajak Calon Jemaah Haji Perkuat Sabar dan Ikhlas, Soroti Efisiensi Dampak Kenaikan BBM

Bagikan

TopBabel.com – Wali Kota Saparudin menghadiri acara silaturahmi dan ramah tamah bersama para calon jemaah haji 1447 H/2026 M di Masjid Jami Pangkalpinang, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan spiritual para calon jemaah sebelum menunaikan ibadah haji.

Dalam sambutannya, Saparudin menyampaikan bahwa silaturahmi ini diharapkan membawa keberkahan bagi para jemaah yang telah mendapat panggilan untuk menunaikan rukun Islam kelima.

“Silaturahmi ini menjadi bekal awal yang baik. Para calon jemaah haji ini adalah orang-orang pilihan yang dipanggil oleh Allah SWT, sehingga harus benar-benar mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ibadah haji harus dilandasi niat yang tulus semata-mata karena Allah (lillahi ta’ala). Menurutnya, kesabaran dan keikhlasan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai ujian selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Berangkat haji itu karena Allah, jadi harus banyak sabar dan ikhlas. Pasti ada ujian selama di sana, jadi harus disiapkan mentalnya,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Terkait dukungan pemerintah, Saparudin memastikan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang akan menggelar pelepasan resmi jemaah haji pada 30 April 2026 di Masjid Kubah, sebagai bentuk dukungan penuh kepada para calon jemaah.

Di sisi lain, ia juga menyoroti dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, kenaikan BBM berpotensi memicu naiknya harga kebutuhan pokok.

“Kenaikan BBM pasti berdampak ke ekonomi, harga barang akan ikut naik. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk melakukan efisiensi, mendahulukan kebutuhan primer, dan menunda yang sekunder,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kendaraan dinas di lingkungan pemerintah tetap menggunakan BBM non-subsidi sesuai aturan yang berlaku. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga stabilitas anggaran melalui langkah efisiensi.

“Anggaran tetap, tapi kita yang harus lebih efisien dalam penggunaannya,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Saparudin mengajak masyarakat untuk bijak dalam memanfaatkan sumber daya di tengah kondisi global yang turut memengaruhi harga energi.

“Ini bukan hanya terjadi di Pangkalpinang, tapi juga secara nasional bahkan global. Jadi yang penting kita utamakan kebutuhan pokok dan gunakan sumber daya seefisien mungkin,” pungkasnya.(*)

Pos terkait