TopBabel.com-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang Abang Hertza, Komitmen Mendukung Zero Stunting Tahun 2026
Minta Sosialisasi Masif Program Zero Stunting
TopBabel. com-DPRD Kota Pangkalpinang, Rabu (28/1/2026) menyatakan komitmen penuh mendukung target zero stunting tahun 2026 yang dicanangkan Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Kesehatan.
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, menegaskan upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting harus dilakukan secara terstruktur, masif, dan menyentuh langsung masyarakat.
Abang Hertza katakan, “Kami Mendukung kebijakan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mencapai Zero Stunting”.
Abang Hertza sampaikan untuk percepatan penanganan dan pencegahan stunting paling penting adalah sosialisasi dilakukan secara luas, akses puskesmas dibuka seluas-luasnya, serta respons cepat jika ada laporan masyarakat yang terindikasi stunting.
Menurut Abang Hertza, tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat langkah konkret di lapangan, bukan sekadar program di atas kertas.
Salah satu strategi yang digencarkan Dinas Kesehatan adalah program ABCDE, yang menjadi panduan pencegahan stunting sejak dini.
Program tersebut meliputi: A — Aktif minum tablet tambah darah, B — Bumil (ibu hamil) rutin memeriksakan kehamilan, C — Cukupi konsumsi protein hewani, D — Datang ke posyandu setiap bulan, E — Eksklusif ASI selama enam bulan.
Abang Hertza menilai pendekatan preventif melalui edukasi dan pendampingan menjadi kunci utama keberhasilan.
Dijelaskan Abang Hertza, bahwa secara geografis, Kota Pangkalpinang memiliki keunggulan karena wilayahnya relatif mudah dijangkau, kemudian jarak antar wilayah yang tidak terlalu jauh dinilai memudahkan optimalisasi layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
Diketahui Kota Pangkalpinang memiliki wilayah perkotaan dengan akses yang relatif mudah. Fasilitas kesehatan juga cukup memadai. Ini harus dimanfaatkan maksimal untuk menekan angka stunting, ujarnya.
Kemudian Abang Hertza menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, khususnya tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat.
Perlu diketahui tanpa kolaborasi yang kuat, target zero stunting akan sulit tercapai secara berkelanjutan.
DPRD Kota Pangkalpinang berharap program yang telah dirancang tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Pangkalpinang, ungkapnya. (*)


