TopBabel.com-Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026) bertempat di halaman Gedung Saji, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, diikuti aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali menguatkan ideologi Pancasila di kalangan ASN Kota Pangkalpinang.
Menurutnya Prof. Saparudin, nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam menjalankan roda pemerintahan, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kemudian Prof. Saparudin menyampaikan selain memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kita juga ingin menguatkan para ASN dengan ideologi Pancasila. Pancasila ini telah terbukti 81 tahun kita mempertahankannya, dan kita wajib mempertahankan Pancasila ini sebagai sebuah ideologi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Prof. Saparudin sampaikan bahwa pengamalan Pancasila dapat diwujudkan melalui toleransi, kepedulian terhadap sesama, menjaga keberagaman, gotong royong, musyawarah hingga memberikan pelayanan secara adil kepada masyarakat.
Selanjutnya Prof. Saparudin mengatakan pemerintah harus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan kondisi ekonomi maupun status sosial.
Jadi keadilan itu artinya bahwa masyarakat yang memang memerlukan uluran tangan pemerintah, tidak ada pembedaan sratalah di tengah-tengah masyarakat kita, yang kaya maupun yang miskin, yang ada, yang tidak ada, itu harus kita lakukan secara adil.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan informasi, ini, yang terpenting kita kembali bahwa apa yang kita perlukan, kita berbicara yang baik-baik.
Saparudin juga mengingatkan ASN dan masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan informasi melalui media massa maupun media sosial.Itulah yang terpenting.
Wali Kota Prof. Saparudin meminta setiap informasi yang disampaikan mengedepankan fakta dan tidak membuat pernyataan yang belum terbukti kebenarannya.
Sebab, cepatnya penyebaran informasi dinilai dapat memengaruhi kondisi di tengah masyarakat.
Jangan membuat statement-statement di media massa ataupun di media sosial yang memang belum terbukti, belum merupakan fakta,” ujarnya.
Prof. Saparudin juga mengajak seluruh peserta upacara menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk mengenang perjuangan bangsa serta jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam mempertahankan ideologi negara, pungkasnya. (*)


