Coba Membatik, Noni Hidayat Ajak Masyarakat Bangga Pakai dan Beli Batik Karya Daerah Sendiri

Bagikan

TopBabel.com-Air muka teliti dan penuh kehati-hatian terpancar di wajah Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani.

Sembari memegang canting yang berisi malam (lilin batik) panas, Noni Hidayat mencoba menorehkan garis demi garis di atas selembar kain putih, merasakan secara langsung proses membatik tulis yang selama ini dikerjakan dengan penuh kesabaran oleh para perajin Belitung.

Hal itu menjadi salah satu momen dalam kunjungan Noni Hidayat ke dua sentra batik di Kabupaten Belitung, yakni Kelekak Batik dan Bepulin Batik, Selasa (30/6/2026).

Tidak sekadar meninjau, Noni Hidayat juga berdialog dengan para perajin, melihat proses produksi, hingga membeli sejumlah koleksi batik sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak daerah.

Di hadapan para perajin, Noni Hidayat mengaku terpesona melihat kekayaan motif yang diangkat menjadi identitas wastra Belitung.
Mulai dari motif ikan kepitek, Mercusuar Lengkuas, daun simpur, mentilin, buah karamunting, kembang ketuyut, hingga berbagai motif khas lainnya yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Belitung.

Tak hanya menghadirkan batik tulis, kedua rumah produksi tersebut juga mengembangkan batik cap, batik printing, serta karya ecoprint yang semakin memperkaya ragam wastra khas Belitung.

Bacaan Lainnya

“Batik Belitung memiliki karakter yang kuat karena setiap motif memiliki cerita dan identitas daerah. Potensi seperti ini harus terus kita dorong agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Noni Hidayat.

Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan para pelaku usaha kerajinan.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi melalui perangkat daerah terkait akan terus memberikan pendampingan, mulai dari fasilitasi bantuan pendanaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga keikutsertaan dalam berbagai pameran dan expo.

Selain itu, kata Noni Hidayat, Dekranasda juga akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai instansi vertikal seperti Bank Indonesia, PLN, dan PT Timah melalui program pembinaan UMKM yang dimiliki masing-masing instansi, sehingga para perajin memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas pasar.

Saat di Bepulin Batik, Noni Hidayat mendengarkan langsung cerita bagaimana usaha tersebut tumbuh bersama masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap karya perajin lokal, Noni Hidayat turut membeli sejumlah koleksi batik di Kelekak Batik maupun Bepulin Batik.

Bagi Noni Hidayat, membeli produk lokal bukan hanya soal memiliki selembar kain, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungan budaya sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Mari kita bangga memakai dan membeli batik karya daerah sendiri. Dengan membeli produk para perajin lokal, kita ikut menjaga warisan budaya sekaligus membantu mereka untuk terus berkarya dan berkembang,” ajaknya.

Sementara itu, Owner Bepulin Batik, Nurul Zuryati menjelaskan bahwa proses produksinya melibatkan warga sekitar, sekaligus memberikan ruang belajar bagi pelajar yang memiliki minat pada bidang desain dan tata busana.

“Dengan demikian, batik tidak hanya menjadi produk ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi media pemberdayaan masyarakat dan regenerasi perajin,” terang Nurul.
Nurul menerangkan, Bepulin Batik juga mengembangkan pewarna alami yang berasal dari berbagai tanaman di sekitar, seperti daun mangga, daun bakau, daun jambu biji, kulit manggis, biji alpukat, daun jati, serta berbagai bahan alami lainnya.

“Inovasi ini menghadirkan warna-warna khas sekaligus menjadi bagian dari komitmen menghadirkan produk yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Di lain sisi, Owner Kelekak Batik, Diana, berharap dukungan Pemerintah Provinsi Babel terus diperkuat agar wastra Belitung semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Pembinaan yang berkelanjutan akan menjadi semangat bagi para perajin untuk terus berinovasi,” tutup Diana.(*)

Pos terkait