BEM KM UBB Sukses Laksanakan Program Bina Desa 2026 di Tanjung Sangkar

Bagikan

TopBabel.com-Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Bangka Belitung (UBB) sukses melaksanakan Program Bina Desa 2026 di Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, pada 18–27 Juni 2026. Selama sepuluh hari, mahasiswa UBB bersama pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai mitra melaksanakan beragam kegiatan yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Program Bina Desa merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.

Berbagai kegiatan berhasil direalisasikan selama pelaksanaan program. Kegiatan tersebut meliputi mengaji bersama anak-anak, bimbingan belajar, pendidikan seni dan budaya, senam bersama, gotong royong dan pengumpulan bahan Eco Brick, pembagian bantuan pendidikan, bincang budaya, pembuatan Eco Brick, pembangunan taman edukasi, serta penanaman mangrove di Pantai Tiris.

Selain itu, mahasiswa juga menggelar diskusi bersama tokoh masyarakat, penyuluhan bahaya narkoba oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan, penyuluhan HIV oleh mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Bangka Belitung, sosialisasi motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, pelatihan public speaking, perlombaan anak-anak, permainan tradisional, malam nonton bersama masyarakat, hingga pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Tanjung Labu.

Pelaksanaan Program Bina Desa 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Desa Tanjung Sangkar, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, Kepolisian Resor Bangka Selatan, Puskesmas Tanjung Labu, serta masyarakat Desa Tanjung Sangkar yang berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan.

Dalam sambutannya pada acara penutupan, Kepala Desa Tanjung Sangkar, Iswandi Sastra, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Bina Desa 2026 yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan, khususnya penyuluhan bahaya narkoba, sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Bacaan Lainnya

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan waktu pelaksanaan yang menyesuaikan kalender pendidikan. Dengan demikian, penyuluhan dapat dilaksanakan langsung di sekolah sehingga mampu menjangkau lebih banyak siswa sekaligus memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, BEM KM UBB menyelenggarakan Malam Puncak yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Sekretaris Kecamatan Lepar Pongok, Kapolsek Lepar Pongok, Kepala Desa Tanjung Sangkar, Ketua BPD, serta unsur masyarakat. Kehadiran para tamu undangan menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap semangat pengabdian mahasiswa Universitas Bangka Belitung dalam memberdayakan masyarakat desa.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Randi Apriansa, mengatakan bahwa Program Bina Desa merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan semangat kolaborasi bersama masyarakat.

“Program Bina Desa 2026 merupakan wujud nyata komitmen BEM KM Universitas Bangka Belitung dalam mengimplementasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, mitra, dan masyarakat, kami berupaya menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata di bidang pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat,” ujar Randi Apriansa.

Melalui Program Bina Desa 2026, BEM KM Universitas Bangka Belitung berharap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tanjung Sangkar, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan komitmen Universitas Bangka Belitung dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.(*)

Pos terkait