*Ini Kata Didit Srigujaya
TopBabel.com– Memperingati Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional, Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) unjuk rasa menyampaikan sebelas (II) poin tuntutan ke DPRD Bangka Belitung, Rabu (6/5/2026). Sebelas Poin yang disampaikan diantaranya,
1. Mendesak pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran yang meliputi, upah di bawah standar dan pelanggaran hak normatif.
2. Menuntut pengakuan formal terhadap pekerja informal melalui pendataan dan integrasi dalam sistem perlindungan sosial.
3. Penyedian jaminan sosial daerah bagi + 51,29% tenaga kerja yang berada di sektor informal.
4. Menuntut dan memastikan regulasi daerah yang mewajibkan perusahaan menyerap tenaga kerja lokal dan menyediakan pelatihan kerja.
5. Menuntut penetapan gaji guru minimal setara UMR dan penghapusan status kerja yang tidak layak (honorer jangka panjang).
6. Mendesak kebijakan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif yang menghasilkan pekerjaan rentan.
7. Menuntut pemerintah daerah melakukan kajian empiris terhadap dampak UU Cipta Kerja di Bangka Belitung meliputi peningkatan kerja tidak tetap, penurunan perlindungan buruh dan ekspansi sektor infromal.
8. Mendesak keterbukaan penuh data anggaran dan pelibatan publik dalam proses perencanaan.
9. Reorientasi minimal 15-20% anggaran pendidikan ke peningkatan kulaitas SDM (pelatihan, vokasi, link dan match).
10. Mendesak Evaluasi dan peninjauan ulang alokasi dan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak membebani dan mengurangi anggaran isti pendidikan, serta,
11. Menuntut penghapusan sitem outsourcing yang eksploitatif serta mendesak pencabutan atau revisi menyeluruh terhadap Undang-Undang Cipta Kerja yang terbuka melemahkan perlii buruh dan melegitimasi.

Tuntutan diserahkan kepada ketua DPRD dan ditandatangani oleh Gubernur Mahasiswa KM Fu, Gubernur Mahasiswa KM FPPK Rahmat Wahyudi, Gubernur Mahasiswa KM Kisip, M Adib Al Khalid, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan ketua DPRD Babel Didit Srigujaya. Selanjutnya ketua DPRD Babel Didit Srigujaya mengatakan, akan menindaklanjuti beberapa tuntutan para Mahasiswa dan akan mengundang perwakilan mahasiswa, untuk berdialog terkait permasalahan yang telah di sampaikan ke DPRD Babel, kami mengharapkan ketika mahasiswa di udang dapat menghadiri undangan DPRD tersebut. (*)


