TopBabel.com– Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance (GCG), PT TIMAH Tbk menyelenggarakan TINS Executive Leadership Program (TELP) Series 1 bertajuk “Leading Transformation for Sustainable Enterprise Value” yang berlangsung di Graha Timah pada Kamis-Sabtu (5-7/2/2026).
TINS Executive Leadership Program merupakan bagian 1dari strategi pengembangan sumber daya manusia PT TIMAH Tbk dalam memperkuat kapabilitas kepemimpinan guna mendorong transformasi perusahaan dan penciptaan nilai berkelanjutan di tengah dinamika industri pertambangan.
Kegiatan TINS Executive Leadership Program yang diikuti jajaran Komisaris dan Dewan Direksi PT TIMAH Tbk, Komisaris dan Direksi Anak Usaha PT TIMAH Tbk, Staf Ahli dan Division Head di Lingkungan PT TIMAH Tbk ini disambut antusias oleh para peserta.
TELP Series 1 menghadirkan narasumber Managing Director Holding Operasional Danantara, Agus Dwi Handaya, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Kuswantoro Pranabudi, serta Direktur Transformasi Korporasi & Human Capital Management, Pambudi Sunarsihanto. Para narasumber memaparkan perspektif strategis tentang transformasi bisnis, pengelolaan portofolio usaha, serta penguatan peran kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan.
“Transformasi harus dilakukan setiap hari, kita harus jadi relevan mengikuti perkembangan. Dalam proses transformasi yang harus dilakukan diantaranya punya deep knowledge, excellent skil, karakter dan strong motivation,” kata Agus Dwi Handaya.
Pada hari kedua, Ignasius Jonan menyampaikan pemaparan mengenai kepemimpinan strategis dengan penekanan pada pentingnya creating value dalam pengelolaan perusahaan.

Dalam paparannya, Jonan menegaskan pentingnya menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan melakukan inovasi, salah satunya yang bisa dikembangkan PT TIMAH Tbk yakni dengan mengelola logam tanah jarang. Dirinya juga membagikan tips tentang tranformasi Perusahaan.
“Saya ingin melihat 5-10 tahun lagi PT TIMAH Tbk masuk cerita dunia sebagai eksportir logam tanah jarang,” ujar Jonan.
Selain itu, pada hari kedua turut hadir Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Parada Situmorang, yang memberikan pemahaman mengenai aspek tata kelola, kepatuhan hukum, serta peran pimpinan dalam menjaga integritas dan akuntabilitas perusahaan.
Pada hari ketiga, program ini menghadirkan Direktur Utama PT TIMAH Tbk periode 1994–Maret 2002, Erry Riyana Hardjapamekas, serta Komisaris Utama PT TIMAH Tbk periode 2015–2020, Fachry Ali. Keduanya berbagi pengalaman dan refleksi strategis terkait kepemimpinan, dinamika pengelolaan perusahaan, serta tantangan transformasi yang pernah dihadapi PT TIMAH Tbk dalam berbagai periode.
Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian integral dari perbaikan tata kelola perusahaan yang sedang digalakkan perusahaan, salah satunya aspek pengembangan sumber daya manusia.
“Direktur SDM menghadirkan kegiatan ini tidak hanya memperkuat leadership dalam berbagi aspek, tapi target utamanya ialah memperbaiki tata kelola perusahaan. Salah satunya dengan memperkuat kapasitas para pemimpinnya,” ujar Restu.
Ia menambahkan, PT TIMAH Tbk terus memperkuat tata kelola perusahaan sehingga dapat menjaga keberlanjutan perusahaan dan terus berkontribusi bagi masyarakat, Bangsa dan Negara. (*)


