Elvi Diana Komisi II DPRD Babel Tekankan Pentingnya Pelestarian Tradisi Perang Ketupat di Tempilang

Bagikan

TopBabel.com-Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Elvi Diana, Minggu (9/2/2026) usai menghadiri Festival Perang Ketupat Tempilang, tekankan pentingnya melestarikan tradisi budaya lokal, salah satunya Perang Ketupat di Kecamatan Tempilang, yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya, dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

“Kami komisi II yang menghadiri kegiatan Festival Perang Ketipat Tempilang 2026, mewakili pimpinan, seluruh anggota komisi II, kami sangat konsen sekali dengan permasalahan pelestarian budaya lokal yang merupakan kearifan lokal di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.

Menurut Elvi Diana “Perang Ketupan Tempilang merupakan kearifan Lokal yang memang harus dilestarikan”. Mengingat tardisi ini untuk menjaga identitas dan jati diri masyarakat Tempilang.

Perang ketupat merupakan tradisi adat masyarakat Desa Tempilang, Bangka Barat Kepulauan Bangka Belitung sebagai bentuk tolak bala, syukur dan penguat silaturahmi.

Elvi Diana berharap nilai-nilai budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan kembali melalui kegiatan kesenian tradisional.

Elvi Diana mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghargai dan mempertahankan budaya lokal sebagai aset yang tak ternilai. Budaya daerah memiliki peran penting dalam memperkuat rasa kebersamaan dan memperkokoh karakter masyarakat.

Kami mendorong pemerintah daerah, Provinsi dan Bangka Barat melalui dinas dan instansi terkait untuk lebih aktif mengelar kegiatan profesional yang berorientasi pada pelestarian kebudayaan, khususnya kebudayaan lokal di Kepulauan Bangka Belitung.

Disampaikan Elvi Diana tradisi Perang Ketupat Tempilang ini sebagai warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Disampaikan juga oleh Elvi tentunya setelah nanti kedepan kondisi timah kita sudah berkurang dan tidak semua orang berkebun sawit tentunya bidang pariwisata akan menjadi salah satu poin, apalagi untuk di Bangka Barat, masih banyak hal yang belum tersentuh, ungkapnya. (*)

Pos terkait